Terletak di rasi bintang Monoceros, Nebula Mawar Merah merupakan salah satu benda langit yang dapat kita amati dengan menggunakan teleskop. Mungkin istilah nebula sebagai benda langit masih asing ditelinga kita jika dibandingkan dengan planet dan bintang. Nebula adalah benda langit yang berwujud sebagai awan antar bintang dan memiliki bentuk yang beraneka macam. Ada yang berbentuk seperti elang, ada yang berbentuk seperti kepala kuda dan ada pula yang berbentuk seperti bunga Mawar Merah.

Jika ditinjau kembali dari ilmu astronomi, nebula Mawar Merah terletak sejauh 5.000 tahun cahaya dari Bumi yang artinya durasi yang dibutuhkan oleh cahaya dari nebula sampai ke Bumi kita butuh waktu 5.000 tahun. Nebula Mawar Merah merupakan tempat kelahiran bintang-bintang. Bintang lahir ketika debu dan gas yang berada di kawasan nebula mulai berkumpul, menggumpal dan akhirnya terjadi reaksi fusi nuklir didalamnya dan berpijar menjadi sebuah bintang. Nebula Mawar Merah pertama kali ditemukan oleh seorang astronom Inggris bernama John Herschel pada tahun 1864. Ia menemukan nebula tersebut menggunakan teleskop yang berada di observatorium.

Nebula Mawar Merah dipotret menggunakan teleskop oleh Eric Milewski. Kredit : Eric Milewski, AstroBin.com

Nama nebula Mawar Merah mengingatkan kita pada salah satu ayat yang ada pada surat Ar-Rahman yaitu pada ayat ke-37. “Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilauan) minyak.” Jika kita lihat kembali pada linimasa penemuan nebula Mawar Merah dan turunnya Al-Qur’an sekitar tahun 609–632 Masehi maka Al-Qur’an ternyata jauh lebih dulu tahu sebelum Galileo Galilei menggunakan teleskop untuk mengintip langit dan alam semesta. Bahkan sebelum John Herschel menemukan Nebula Mawar Merah pada tahun 1864. Jika kita fikir kembali akan sangat mustahil di masa itu manusia bisa tau keberadaan nebula Mawar Merah ini. Nebula Mawar Merah sangat redup sekali jika dilihat oleh mata telanjang dan harus menggunakan bantuan binokuler maupun teleskop untuk melihatnya sedang saat Al-Qur’an diturunkan semua peralatan optik belum ada. Inilah salah satu tanda-tanda kebesaran Allah yang tertulis pada Al-Quran. Dialah Allah Sang Pemilik Langit dan Bumi. Mudah bagi Allah untuk memberitahu manusia akan segala kebesarannya yang ada di langit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *