Abu Abdullah Muhammad bin Abdullah bin Muhammad bin Ibrahim al-Lawati atau lebih dikenal dengan sebutan Ibnu Battuta adalah seorang penjelajah dunia asal Tangier Maroko yang menempuh perjalanan 120.000 kilometer atau 3x lebih jauh dari perjalanan Marco Polo dalam rentang waktu 30 tahun mulai 1325 – 1354 Masehi. Beliau mengawali perjalanannya ketika berusia dua puluh satu tahun dengan destinasi pertama yaitu menunaikan ibadah Haji. Dari perjalanan menunaikan ibadah haji inilah,perjalanan panjang untuk menjelajah dari afrika barat hingga asia timur menjadi catatan sejarah dunia.

Penjelajahan Ibnu Battuta berawal ketika beliau menunaikan haji. Pada bulan Juni 1325 Ibnu Battuta berangkat dari kampung halaman menuju mekkah selama 16 bulan. Selepas menunaikan ibadah haji beliau melanjutkan perjalanan ke Iraq dan Persia kemudian menuju ke Semenanjung arabia – somalia hingga pantai Swahili. Dari perjalanan haji hingga pantai swahili, setidaknya Ibnu battuta telah menghabiskan waktu selama tujuh tahun perjalanan baik menggunakan perjalanan darat maupun laut.

Pada tahun 1332 hingga 1347 beliau meneruskan perjalanan menuju Asia timur dengan menyusuri daratan Afganistan – Pakistan – India hingga kemudian menyebrang ke Burma – Malaysia – Indonesia – China hingga Korea Selatan. Di Indonesia Ibnu Battuta saat itu di sambut oleh kerajaan samudra pasai dengan raja Sultan Mahmud Malik Zahir dan beliau tinggal selama 15 hari.

Selepas perjalanan 22 tahun dari kampung halaman hingga Korea Selatan, Ibnu Battuta akhirnya kembali menuju kampung kelahirannya dengan perjalanan laut dan darat mulai dari Philipina, Singapura, Srilanka, India, Yaman, Irak, Semenanjung afrika hingga tiba di Maroko Afrika Barat pada tahun 1354.

Peta Rute Perjalanan Ibnu Battuta. Kredit : britannica.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *