Large Magellanic Cloud(LMC) atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai Awan Magellan Besar adalah sebuah galaksi yang berada di belahan langit selatan. Galaksi ini merupakan “Galaksi yang mengelilingi Galaksi” atau dalam ilmu astronomi dikenal sebagai Satelit Galaksi. Di malam hari saat musim penghujan, biasanya Galaksi Awan Magellan Besar tampak sebagai kabut tipis di belahan langit selatan dan bergerak bersama bintang-bintang. Galaksi Awan Magellan Besar dapat kita amati dengan mata telanjang maupun menggunakan alat optik seperti teleskop dan binokuler.

Galaksi Awan Magellan Besar atau Large Magellanic Cloud. Kredit : Zdeněk Bardon/ESO

Di masa lalu polusi cahaya masih sangat minim dan hampir tidak ada. Saat malam hari bintang-bintang bertebaran di angkasa layaknya butiran pasir di tepi pantai tak terkecuali Galaksi Awan Magellan Besar. Nama Awan Magellan Besar berasal dari kisah penemuan galaksi baru di masa lalu oleh seorang pelaut ulung yakni Ferdinand Magellan. Kala itu di benua Eropa terdapat kabar akan adanya galaksi baru. Galaksi tersebut tidak dapat terlihat di Eropa karena posisi benua Eropa yang berada di belahan Bumi Utara. Ferdinand Magellan yang memiliki misi pelayaran berlayar dari Eropa menuju ke selatan hingga tanjung harapan. Perjalanan Ferdinand Magellan akhirnya membuahkan hasil dan menyumbang dunia ilmu pengetahuan dengan membuktikan keberadaan galaksi baru yang tampak seperti kabut tipis. Untuk menghargai “penemuannya” maka bangsa barat menamai galaksi tersebut sebagai Large Magellanic Cloud dan Small Magellanic Cloud

Jika kita kembali melihat linimasa ketika Ferdinand Magellan melakukan pelayaran tahun 1522 dan menemukan galaksi maka sekitar 500 tahun sebelumnya seorang astronom persia telah mencatat galaksi tersebut sebagai obyek langit bernama Al Bakr atau Kerbau Putih. Abd al-Rahman al-Sufi Shirazi atau bangsa eropa menyebutnya sebagai Azophi (Al Sufi) merupakan seorang ahli astronomi yang tinggal di istana Emire Adud ad- Daula di Isfahan (Persia). Al Sufi mengerjakan studi astronomi berdasarkan karya Yunani khususnya Almagest dari Ptolemeus. Dari hasil studi dan pengamatannya Al Sufi berhasil mengoreksi tingkat kecerahan atau magnitudo bintang. Selain itu Al Sufi juga berhasil menyatukan nama-nama bintang dengan rasi bintang arab tradisional. Pada tahun 964 Al Sufi menerbitkan karya tulisnya yang berjudul “Kitab Suwar Al-kawakib” atau orang eropa menyebutnya sebagai The Book of the Shapes of Stars. Buku ini bertuliskan bahasa arab dan berupa teks beserta gambar sebagai penjelasnya.

Posisi Al-Bakr(lingkaran kuning) di langit diantara rasi bintang dalam budaya arab. Kredit : Stellarium

Dalam Kitab Suwar Al-kawakib, Al Sufi mendeskripsikan sebuah objek langit yang berada di sebelah selatan. Ia tampak seperti kabut berwarna putih. Oleh Al Sufi objek langit ini dinamakan sebagai Al Bakr atau Kerbau Putih. Al Sufi sendiri menemukan objek tersebut ketika ia melakukan pengamatan di Arab bagian selatan karena di wilayah Arab bagian utara objek tersebut tidak dapat terlihat karena posisi garis lintang arab yang tidak memungkinkan. Dari seluruh catatan sejarah yang ada, pengamatan dan pencatatan objek galaksi Large Magellanic Cloud atau Awan Magellan Besar dilakukan pertama kali oleh al-Sufi. Pengamatan Al Sufi tidak banyak diketahui oleh orang eropa saat itu bahkan tragisnya buku asli tulisan dari Al Sufi sudah tidak ada karena telah rusak dimakan waktu. Namun demikian tradisi bangsa arab dalam menyalin buku berhasil menyelamatkan seluruh isi Kitab Suwar Al-kawakib meski naskah aslinya telah tiada.

Salah satu dari halaman dari Kitab Suwar Al-kawakib yang menggambarkan rasi bintang Taurus atau Ath-Thawr. Kredit : www.loc.gov

Referensi :
Wolfgang Steinicke. "Abd-al-Rahman Al Sufi". 4 Maret 2021 http://www.klima-luft.de/steinicke/ngcic/persons/alsufi.htm
HCFC Schjellerup , 1874. Descriptions des Étoiles Fixes, composée au Milieu du Dixième Siècle de Notre Ère ,, oleh l'astronome Persan, Abd-al-Rachman al-Sûfi. St. Petersburg.
Gotthard Strohmaier , 1984. Die Sterne des Abd ar-Rahman as-Sufi. Verlag Müller & Kiepenheuer, Hanau / Main (Jerman).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *